Tips Meningkatkan Keamanan Website E-Commerce

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Hacker lebih suka menargetkan website e-commerce.

Buktinya, hampir sepertiga dari seluruh serangan siber nan sukses di tahun 2018 menimpa upaya online.

Sebab itu, meningkatkan keamanan website e-commerce tidak bisa dianggap remeh.

Kami bakal membahasnya lebih lanjut di tulisan ini, tapi sebelum itu, mari kita telaah kenapa menjaga keamanan website begitu penting.  

Pentingnya Menjaga Keamanan Website E-Commerce

Maraknya transaksi online seiring dengan pertumbuhan e-commerce sayangnya juga mengundang perhatian para hacker.  

Melansir Astra, laporan menunjukkan bahwa industri e-commerce sangat rentan terhadap serangan siber. 

Bayangkan, 85,6% konsumen berbelanja online bulan September 2024.

Volume transaksi nan besar ini jadi sasaran lembek bagi pelaku kejahatan.

Data juga mengungkapkan bumi e-commerce menanggung 32,4% dari total serangan siber.

Parahnya lagi, 50% pemilik toko online mini merasakan peningkatan intensitas serangan.

Belum lagi nyaris sepertiga (29%) lampau lintas website e-commerce rupanya berasal dari permintaan jahat.

Nah, dari info ini kita sudah bisa membayangkan, jika website e-commerce terkena serangan hacker, dampaknya bagi upaya bakal sangat buruk.

Mulai dari kerugian finansial, kehilangan pangsa pasar, hingga rusaknya reputasi. 

Mirisnya, nyaris 60% upaya e-commerce mini gulung tikar dalam waktu enam bulan setelah mengalami serangan siber.

Parah, kan?

Sebab itu, krusial sekali bagi pelaku upaya online untuk menerapkan sistem keamanan nan ketat. 

Masalah Umum Keamanan Website E-Commerce

1. Malware dan virus

Masalah-masalah ini tidak hanya mengakibatkan kerugian finansial, hilangnya pangsa pasar, dan rusaknya reputasi, tapi juga bisa berujung pada tuntutan norma dari pelanggan. 

Hacker punya banyak langkah untuk menginfeksi komputer, misalnya dengan menggunakan worm, virus, Trojan horse, dan beragam program jahat lainnya.

Worm dan virus bisa menyerang sistem, menggandakan diri, lampau menyebar dengan cepat.

Hacker bisa menyamarkan Trojan horse dalam program tiruan nan bakal menginfeksi komputer korban ketika diunduh.

Akibatnya, hacker dapat:

  • Mengambil alih kendali sistem komputer;
  • Menghapus seluruh data;
  • Memblokir akses ke data;
  • Menyebarkan tautan rawan ke pengguna dan komputer lain dalam jaringan.

2. Serangan phising

Phising sering digunakan hacker untuk mencuri info krusial dengan langkah menipu korban.

Penipu bakal mengirimkan email, pesan teks, alias membikin website tiruan untuk mengelabui korban agar memberikan info pribadi seperti kata sandi alias info pembayaran.

Dampaknya, upaya e-commerce mengalami kerugian finansial dan hilangnya kepercayaan pelanggan.

3. Munculnya website tiruan dan perubahan konten di website

Seperti nan sudah kami singgung tadi, hacker senang sekali membikin website tiruan nan menduplikat website e-commerce asli milik Anda. 

Tujuannya untuk mencuri info pribadi visitor seperti info login, perincian kartu kredit, dan info sensitif lainnya.

Selain membikin website palsu, hacker juga bisa mengubah konten di website e-commerce Anda. 

Misalnya, mereka bisa mengganti nomor rekening tujuan pembayaran dengan nomor rekening mereka sendiri. Akibatnya, duit nan dibayarkan pengguna bakal masuk ke rekening peretas.

Parah, kan?

Cara Menjaga Keamanan Website E-Commerce

1. Gunakan sertifikat SSL

Sertifikat Secure Sockets Layer (SSL) sekarang jadi standar keamanan website, apalagi di bumi e-commerce

SSL berfaedah untuk membikin hubungan antara website dan browser kondusif dan terenkripsi.

Sertifikat SSL memverifikasi identitas website, dan info nan dikirim antara server dan browser bakal dienkripsi, jadi transaksi online lebih kondusif dan terproteksi dari serangan hacker.

Tapi, Anda juga kudu membeli sertifikat SSL dari penyedia terpercaya.

Jangan asal beli dari penyedia nan tidak ada kredibilitasnya. Salah-salah, website Anda bukannya terlindungi, tapi malah jadi sasaran lembek para hacker.

Anda pasti tidak mau masalah itu terjadi, kan?

GudangSSL sebagai penyedia SSL terlengkap dan terpercaya siap memenuhi kebutuhan sertifikat SSL untuk website e-commerce Anda.

Kami merekomendasikan SSL dari Sectigo lantaran menawarkan produk terlengkap dan keamanan tertinggi. Anda bisa membelinya 30% lebih murah dari nilai CA! Sectigo PositiveSSL mulai dari Rp180.000 per tahun!

2. Gunakan CDN dan Two-factor authentication (2FA)

CDN (Content Delivery Network) dapat menangkal serangan DDoS dan lampau lintas rawan lainnya. 

CDN menggunakan teknologi machine learning untuk mengidentifikasi dan memblokir ancaman tersebut.

Selain CDN, Anda juga bisa menambahkan Two-factor authentication (2FA)

Pengguna bakal diminta kode verifikasi tambahan nan dikirimkan melalui SMS alias email setelah memasukkan username dan password.

2FA bakal mempersulit hacker lantaran mereka memerlukan lebih dari sekadar info login untuk membobol akun..

3. Gunakan firewall

Anggaplah website itu rumah Anda nan mempunyai pintu.

Anda tentu tidak mau sembarang orang bisa masuk, kan? 

Nah, firewall ini seperti pintu rumah nan hanya mengizinkan orang-orang tertentu (data nan aman) untuk masuk.

Firewall bakal memeriksa setiap info nan lewat berasas patokan nan sudah ditetapkan. 

Jika info tersebut dianggap aman, maka firewall bakal mengizinkannya lewat. Sebaliknya, jika info tersebut mencurigakan alias berbahaya, firewall bakal memblokirnya.

Nah, ada dua jenis firewall, ialah software firewall dan hardware firewall.

Software firewall diinstal di komputer sebagai program. Contoh: Windows Defender Firewall.

Sementara hardware firewall berupa perangkat keras terpisah. Biasanya digunakan di jaringan nan lebih besar seperti perusahaan.

4. Gunakan software anti-malware

Agar perangkat elektronik, komputer, dan website aman, perlu program unik untuk menangkal serangan malware.

Program ini disebut anti-malware.

Anti-malware bekerja memeriksa dan membersihkan sistem dari beragam jenis program jahat.

Anti-malware bisa mendeteksi dan menghapus malware nan berlindung di website alias sistem Anda, sehingga keamanan website e-commerce Anda tetap terjaga.

Ada banyak sekali software anti-malware nan tersedia, baik cuma-cuma maupun berbayar. 

Namun, kami lebih menyarankan program berbayar lantaran biasanya tingkat perlindungan lebih komplit dan canggih dibandingkan jenis gratis.

Pilih anti-malware nan mempunyai fitur real-time protection. Lakukan scan website secara berkala.

5. Patuhi persyaratan PCI-DSS

Untuk melindungi info kartu angsuran pelanggan, terapkan Payment Card Industry Data Security Standard (PCI-DSS) sebagai standar operasional. 

Semua upaya nan memproses transaksi kartu angsuran wajib mematuhi aturan ini:

keamanan website ecommerce - pci ddsSumber: Very Good Security

6. Audit keamanan website secara rutin

Periksa website secara menyeluruh untuk mengidentifikasi kerentanan dan kelemahan keamanan nan mungkin ada.

Audit keamanan website membantu mendeteksi celah keamanan sedini mungkin sebelum website dibobol hacker.

Apa saja nan diperiksa?

  • Mencari celah keamanan pada kode website, seperti SQL injection, cross-site scripting (XSS), dan kerentanan lainnya.
  • Memeriksa konfigurasi server, sistem operasi, dan perangkat lunak server.
  • Menganalisis jaringan nan terhubung ke website untuk mendeteksi potensi ancaman.
  • Memeriksa pengaturan keamanan website, seperti kebijakan password, konfigurasi firewall, dan pengaturan akses.
  • Memastikan database website terlindungi dari akses nan tidak sah.

Lalu, gimana caranya?

Ada banyak tools online nan dapat melakukan scan keamanan website otomatis, seperti Sucuri SiteCheck, Qualys SSL Labs, dan Observatory by Mozilla.

Anda juga bisa mensimulasikan serangan hacker untuk mengidentifikasi kelemahan keamanan.

Seberapa sering audit keamanan website kudu dilakukan?

Untuk website berisiko tinggi seperti e-commerce, lakukan audit setiap bulan alias lebih sering.

7. Selalu pembaruan sistem

Banyak kasus pembobolan website terjadi lantaran sistem nan usang dan tidak pernah diperbarui. 

Kode program nan lama sering kali mempunyai celah keamanan nan bisa dimanfaatkan hacker untuk menyusup. 

Sebab itu, pastikan sistem website e-commerce Anda selalu diperbarui (update) untuk mencegah serangan hacker.

Beli SSL nan Aman & Berkualitas di GudangSSL!

Sekarang Anda sudah tahu langkah meningkatkan keamanan website e-commerce Anda, kan?

Dari semua langkah tadi, salah satu nan tingkat prioritasnya paling krusial adalah memasang sertifikat SSL.

Sebab, SSL mengenkripsi semua info antara browser pengguna dan server website. Artinya, semua info di website bakal terlindungi dari pencurian saat proses transaksi online.

Pastikan Anda membeli sertifikat SSL terpercaya dari GudangSSL!

GudangSSL adalah penyedia SSL terlengkap dan terpercaya dengan harga 30% lebih murah daripada Certificate Authority (CA)!

Kami menyediakan beragam produk SSL dari brand ternama, seperti Sectigo, AlphaSSL, Certum, Geotrust, RapidSSL, Symantec, Thawte, dan Globalsign.

Pilih sesuai kebutuhan, tingkat validasi, dan jumlah domain Anda!

Tak perlu khawatir, kami juga menyediakan GARANSI 15 HARI setelah sertifikat SSL aktif.

HUBUNGI KAMI SEKARANG!

Selengkapnya
Sumber Tips Trik Gudangssl
Tips Trik Gudangssl