SSL Overhead: Apa Itu & Cara Mengatasinya!

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Baru pertama kali mendengar istilah SSL Overhead?

Istilah ini memang terdengar teknis, tapi sebenarnya konsepnya cukup mudah dipahami.

Singkatnya, SSL Overhead merujuk beban tambahan nan ditimbulkan oleh proses enkripsi dan dekripsi info nan dilakukan oleh protokol SSL/TLS.

Mari simak penjelasan lengkapnya, yuk, GudPeople!

Apa itu SSL Overhead?

SSL Overhead artinya beban tambahan nan diperlukan untuk membikin hubungan HTTPS kondusif menggunakan Secure Sockets Layer/SSL alias Transport Layer Security/TLS.

Beban tambahan ini bisa terjadi pada CPU, memori, alias bandwidth lantaran proses enkripsi dan dekripsi data.

Jadi, SSL Overhead ini merugikan alias justru menguntungkan?

Jawabannya: bisa merugikan, tapi juga bisa menguntungkan.

Seperti nan sudah kita telaah sebelumnya, overhead ini menyebabkan peningkatan latensi (penundaan) dan konsumsi sumber daya (CPU, memori, bandwidth).

Namun, overhead mencakup biaya enkripsi, autentikasi, dan integritas data. Tanpa overhead, komunikasi di website bakal terhadap penyadapan, man-in-the-middle attacks, dan pemalsuan data.

Jenis-jenis SSL Overhead

Overhead ini dikategorikan menjadi dua bagian utama:

1. Computational Overhead

Artinya, beban komputasi tambahan untuk mengamankan data, meliputi proses enkripsi, dekripsi, serta verifikasi sertifikat dan tanda tangan.

Contohnya seperti ini:

ssl overhead 1Sumber: baeldung.com

Penggunaan akselerator perangkat keras SSL sangat berpengaruh pada beban komputasi. 

Banyak prosesor modern sekarang dilengkapi dengan keahlian untuk mempercepat proses enkripsi, dekripsi, dan hashing. 

Sebagai contoh, set petunjuk AES-NI dari Intel bisa mengurangi waktu CPU nan dibutuhkan untuk enkripsi AES, hingga sepuluh kali lebih cepat. 

Selain itu, perangkat keras unik seperti kartu jaringan tertentu alias appliance unik bisa mengambil alih sebagian alias seluruh tugas pemrosesan SSL dari server.

2. Bandwidth Overhead

Sementara itu, bandwidth overhead adalah beban info tambahan untuk keperluan enkripsi dan autentikasi, seperti kunci dan sertifikat. 

Sebagai ilustrasi, mari kita lihat contoh handshake SSL.

ssl overhead 2Sumber: baeldung.com

Handshake SSL membangun hubungan kondusif antara pengguna dan server. 

Selama proses ini, mereka berganti public key, nama penerbit sertifikat, masa berlaku, dan tanda tangan. 

Namun, jika sertifikat nan digunakan banyak, maka tambahan info pada lampau lintas jaringan bakal semakin besar. 

Jumlah dan ukuran sertifikat ini pun turut mempengaruhi overhead bandwidth.

Untungnya, teknik seperti penyambungan kembali sesi dan stapel OCSP bisa membantu meminimalkan overhead bandwidth. 

Penyambungan ini artinya menggunakan kembali sesi SSL nan ada sehingga tidak perlu mengulangi seluruh proses handshake SSL dari awal.

Faktor-Faktor nan Menambah SSL Overhead

1. Faktor mengenai Handshake SSL

Proses Handshake SSL membawa overhead nan dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Salah satu aspek utama adalah kompleksitas algoritma kriptografi nan digunakan. Algoritma pertukaran kunci seperti Diffie-Hellman (DH) dan Elliptic Curve Diffie-Hellman (ECDH), meski dirancang untuk keamanan, memerlukan komputasi nan berat, terutama dengan ukuran kunci nan besar. 

Hal serupa juga terjadi pada enkripsi kunci publik (asimetris) seperti RSA dan ECC nan digunakan untuk autentikasi dan pertukaran kunci. 

Ukuran kunci nan lebih besar memang meningkatkan keamanan, tetapi juga menambah beban komputasi, sehingga meningkatkan overhead. 

Selain algoritma, jumlah dan ukuran sertifikat dalam rantai sertifikat juga berakibat pada overhead. Belum lagi verifikasi sertifikat juga menambah overhead.

2. Enkripsi Data (Runtime Overhead)

Setelah handshake berhasil, komunikasi bersambung dengan enkripsi dan dekripsi info nan terus-menerus. 

Di fase inilah, faktor-faktor nan berangkaian dengan enkripsi mulai berpengaruh pada overhead. 

Kompleksitas algoritma enkripsi simetris nan digunakan, seperti AES, meningkatkan overhead. 

Ukuran kunci nan dipakai dalam enkripsi simetris juga berpengaruh; kunci nan lebih panjang, misalnya AES 256-bit dibandingkan 128-bit, menawarkan tingkat keamanan nan lebih tinggi, tetapi memerlukan daya proses lebih besar, akhirnya menambah overhead.

3. Infrastruktur dan Konfigurasi

Selain faktor-faktor nan mengenai langsung dengan proses SSL, faktor-faktor lain nan berangkaian dengan prasarana dan konfigurasi juga menambah overhead.

Server dengan CPU lemah alias tidak mempunyai percepatan perangkat keras untuk operasi kriptografi bakal mengalami overhead ebih tinggi dibandingkan dengan server nan mempunyai spesifikasi lebih tinggi dan dilengkapi akselerator. 

Konfigurasi perangkat lunak juga tidak kalah penting. 

Penggunaan konfigurasi SSL/TLS nan tidak optimal, seperti menggunakan cipher suite nan usang dapat menambah overhead nan sebenarnya tidak perlu.

Latensi jaringan turut berkontribusi pada overhead secara keseluruhan. 

Koneksi nan lambat alias tidak stabil memperburuk latensi nan mengenai dengan handshake dan secara umum bakal mempengaruhi enkripsi.

4. Protokol

Versi protokol SSL/TLS nan digunakan juga dapat mempengaruhi overhead. 

Versi lebih tua, seperti SSLv3, tidak hanya mempunyai celah keamanan, tetapi juga condong kurang efisien dibandingkan dengan jenis nan lebih baru seperti TLS 1.2 alias TLS 1.3. 

Demikian pula, penggunaan HTTP/1.1, dibandingkan dengan HTTP/2 alias HTTP/3, secara tidak langsung memperbesar akibat overhead SSL lantaran langkah HTTP/1.1 kurang efisien.

Cara Mengatasi SSL Overhead

1. Optimalisasi Konfigurasi SSL/TLS

Pilih Cipher Suite nan menawarkan keseimbangan antara keamanan dan performa. Utamakan algoritma modern agar ringan. Hindari algoritma usang dan tidak aman.

Selanjutnya, gunakan tiket sesi alias ID sesi agar server dan pengguna menggunakan kembali sesi nan sudah dinegosiasikan sebelumnya. Ini bakal menghilangkan kebutuhan untuk melakukan handshake SSL berulang kali.

Pastikan setiap sesi SSL menggunakan kunci unik dengan PFS. Gunanya meningkatkan keamanan dan meminimalkan akibat jangka panjang.

2. Manfaatkan SSL Offloading

Maksudnya adalah, alihkan beban komputasi kriptografi nan berat ke perangkat keras khusus, seperti akselerator SSL alias load balancer dengan fitur SSL offloading.

Ini bakal mengurangi beban CPU server dan latensi.

3. Pemanfaatan Content Delivery Network (CDN)

Pilih CDN nan bisa melakukan terminasi SSL/TLS di server edge mereka nan lebih dekat dengan pengguna. Gunanya mengurangi beban pada server asal (origin) dan mempercepat pengiriman konten.

Selanjutnya, manfaatkan fitur multiplexing dan kompresi header HTTP/2 di CDN untuk mengurangi akibat overhead SSL/TLS, terutama pada hubungan nan banyak dan kaya konten.

4. Optimasi Server

Optimalkan konfigurasi server, gunakan hubungan keep-alive, dan pastikan session resumption aktif untuk mengurangi latensi nan disebabkan oleh handshake.

Gunakan algoritma kompresi seperti DEFLATE untuk memperkecil ukuran info terenkripsi nan ditransmisikan, jadi menghemat bandwidth.

5. Pemantauan dan Penyetelan Berkala

Gunakan perangkat pemantauan untuk melacak metrik kunci SSL/TLS, seperti waktu handshake, penggunaan CPU, dan latensi jaringan. 

Identifikasi bottleneck dan lakukan optimasi nan diperlukan.

Tinjau dan sesuaikan konfigurasi SSL/TLS, pemilihan Cipher Suite, dan pengaturan percepatan perangkat keras secara berkala agar keahlian dan keamanan melangkah optimal.

Ganti dengan SSL Baru nan Terjangkau & Berkualitas di GudangSSL!

Sekarang sudah mengerti tentang apa itu SSL Overhead?

Saatnya install SSL berbobot untuk keamanan website Anda! Beli dari GudangSSL saja!

GudangSSL adalah penyedia SSL terlengkap dan termurah, lebih irit 30% dari CA, lho!

Kami menyediakan produk SSL dari beragam brand ternama, seperti Sectigo, AlphaSSL, RapidSSL, Geotrust, Globalsign, Symantec, Thawte, dan Certum.

Tak perlu cemas ada masalah! Kami juga memberikan GARANSI 15 HARI setelah SSL aktif. Plus, ada tim support nan sedia 24/7 membantu masalah SSL kamu.

Tunggu apa lagi? Yuk, pasang SSL berbobot untuk keamanan website Anda!

HUBUNGI KAMI SEKARANG!

Selengkapnya
Sumber Tips Trik Gudangssl
Tips Trik Gudangssl