Sedang stres gara-gara website lambat diakses?
Bisa jadi penyebabnya SSL nan kurang perform!
Namun, penggunaan SSL sebagai penyebab website lambat sebenarnya kurang tepat juga. Ada beberapa studi nan membantah perihal tersebut.
Daripada bingung, mari simak penjelasannya di tulisan ini, yuk, GudPeople!
Pentingnya Kecepatan Website untuk Bisnis
1. User Experience (UX) nan lebih baik
Saat membuka suatu website, Anda pasti tidak mau menunggu lama, kan?
Daripada membuang-buang waktu menunggu, lebih baik mencari info di website lain nan lebih cepat.
Nah, dari sini kita bisa ambil kesimpulan, visitor tidak suka website nan lambat.
Jika website cepat, visitor bakal senang dan lebih tertarik berinteraksi dengan konten nan ada di website, menjelajahi laman lain, dan akhirnya melakukan konversi.
2. Meningkatkan konversi
Sudah kita telaah sebelumnya, website sigap bakal berakibat langsung meningkatkan konversi alias penjualan.
Menurut sebuah studi, website nan sedikit lebih sigap berpengaruh langsung meningkatkan konversi. Sebaliknya, website nan lambat membikin calon pengguna beranjak dan kesempatan untuk penjualan pun hilang.
3. Mempengaruhi ranking website di Google
Google menggunakan kecepatan website—terutama di mobile/seluler— sebagai salah satu aspek ranking dalam algoritma pencariannya.
Website nan sigap mempermudah pekerjaan robot mesin pencari untuk crawl dan mengindeks lebih banyak laman di website.
Hubungan antara SSL & Kecepatan Website
SSL melibatkan enkripsi data.
Akibatnya, ada waktu tambahan untuk setiap permintaan nan dibuat ke server.
Artinya, website dengan SSL bakal sedikit lebih lambat daripada website nan tidak menggunakannya.
Namun, rasanya menggunakan SSL tetap sebanding jika mempertimbangkan aspek keamanan website.
Faktanya, ada beberapa studi nan menunjukkan bahwa website dengan SSL justru lebih sigap daripada website non-SSL.
Pada 2014, Google mengumumkan bakal mulai menggunakan HTTPS— jenis kondusif dari HTTP— sebagai salah satu aspek ranking dalam algoritma pencariannya.
Menurut penelitian Google sendiri, HTTPS tidak begitu memengaruhi kecepatan laman website. Rata-rata, penggunaan HTTPS hanya menambah waktu loading sekitar 0,1 detik.
Sementara pada 2017, sebuah studi oleh HTTP Archive menemukan HTTPS justru mempercepat website daripada HTTP, dengan waktu rata-rata 5,7 detik dibandingkan HTTP selama 6,0 detik.
Ini lantaran SSL membantu mengurangi jumlah perjalanan bolak-balik nan diperlukan antara browser dan server, terutama jika dikombinasikan dengan teknik optimasi lain, seperti HTTP/2 alias caching.
Cara Memeriksa Apakah Website Lambat lantaran Sertifikat SSL Kurang Perform
Seperti nan sudah dijelaskan sebelumnya, kecil kemungkinan sertifikat SSL nan kurang perform menjadi penyebab utama website lambat.
Namun, jika Anda tetap mau memeriksa apakah website lambat lantaran SSL, ada beberapa langkah untuk memastikannya:
1. Ukur kecepatan website
Gunakan website speed test tools seperti Google PageSpeed Insights alias GTmetrix untuk mengukur kecepatan website.
Sumber: developers.google.comCatat skor performa dan waktu muat website Anda.
2. Nonaktifkan SSL
Nonaktifkan sementara sertifikat SSL pada website Anda untuk membandingkan hasil.
Anda bisa menonaktifkannya sementara di .htaccess alias server web (misalnya, CPanel, Nginx, Apache).
3. Ukur kembali kecepatan website
Gunakan tools nan sama seperti langkah 1 untuk mengukur kecepatan website dalam keadaan SSL nonaktif.
Catat skor performa dan waktu muat.
4. Bandingkan hasil
Bandingkan hasil pengukuran dari langkah 1 dan 3.
Jika ada peningkatan pada kecepatan website setelah SSL dinonaktifkan, maka kemungkinan besar sertifikat SSL nan kurang perform adalah penyebabnya.
5. Analisis konfigurasi SSL
Gunakan SSL Labs untuk menganalisis konfigurasi SSL website Anda.
Tools ini membantu mengidentifikasi potensi masalah dan memberikan rekomendasi untuk optimasi.
Cara Mengoptimalkan Pengaturan SSL untuk Meningkatkan Kecepatan Website!
1. Optimasi pengaturan server web
Server web populer, seperti Apache, Nginx, dan IIS sudah mendukung SSL secara bawaan dan menyediakan opsi konfigurasi khusus.
Anda bisa memodifikasi file konfigurasi server. Misalnya, httpd.conf untuk Apache alias nginx.conf untuk Nginx guna menyesuaikan pengaturan SSL.
2. Akses session resumption (penyambungan kembali sesi)
Fitur ini mempermudah server dan browser untuk melanjutkan sesi SSL sebelumnya dengan proses handshake nan lebih singkat.
Caranya, aktifkan dengan mengonfigurasi session caching atau session tickets pada server.
Hasilnya, performa SSL bakal meningkat.
3. Kurangi gelombang handshake SSL
Handshake SSL adalah proses komunikasi nan terjadi antara browser web (klien) dan server web saat pertama kali membikin hubungan kondusif (HTTPS).
Nah, proses ini condong menambah beban pada waktu loading halaman.
Oleh karena itu, meminimalkan gelombang handshake bisa membantu meningkatkan kecepatan.
Caranya, bisa menggunakan teknik multiplexing pada HTTP/2 dan menggunakan hubungan Keep-Alive.
Bingung apa itu?
Singkatnya, teknik multiplexing adalah sebuah teknik nan membantu mengirimkan banyak request dan respons secara paralel melalui satu hubungan TCP nan sama.
Sementara hubungan Keep-Alive artinya membuka hubungan TCP untuk beberapa request dan response, alih-alih menutupnya setelah setiap pertukaran selesai.
4. Implementasikan HTTP/2
HTTP/2 adalah jenis terbaru protokol HTTP nan mendukung SSL secara bawaan.
Dengan menggunakan HTTP/2, jumlah request nan dibutuhkan saat memuat laman bisa dikurangi, dan request bisa dlakukan secara multiplexing (bersamaan).
5. Optimasi pengaturan sertifikat SSL
Untuk mendapatkan performa SSL nan maksimal, konfigurasi sertifikat SSL kudu diatur dengan benar.
Hal ini mencakup pemilihan key size dan signature algorithm nan tepat.
Anda mungkin belum familiar dengan istilah di atas, jadi begini:
- Key size merujuk pada panjang kunci enkripsi nan digunakan dalam sertifikat SSL. Biasanya diukur dalam satuan bit. Ukuran kunci nan umum digunakan saat ini adalah 2048-bit untuk RSA key dan 256-bit untuk ECC key.
- Signature algorithm adalah algoritma kriptografi nan digunakan untuk membikin dan memverifikasi tanda tangan digital pada sertifikat SSL. Kami merekomendasikan SHA-256 with RSA dan ECDSA.
Tak hanya itu, menggunakan sertifikat SSL nan berbobot tinggi dan dikeluarkan oleh penyedia sertifikat (Certificate Authority) terpercaya juga berkontribusi pada keahlian nan optimal.
Di mana Tempat nan Bagus untuk Membeli Sertifikat SSL Berkualitas?
GudangSSL tempatnya!
GudangSSL adalah penyedia sertifikat SSL terbaik dan terpercaya nan menyediakan sertifikat SSL dari beragam brand ternama, di antaranya Sectigo, Globalsign, Entrust, Sectigo, dan Symantec.
Harga SSL di GudangSSL juga lebih irit 30% daripada CA, lho! Mulai dari Rp180.000/tahun untuk Sectigo PositiveSSL!
Semua produk SSL di GudangSSL bisa bekerja di lebih dari 99% browser! Bila ada masalah, kami memberikan GARANSI 15 HARI setelah SSL diaktifkan!
Anda juga tidak perlu cemas lantaran tim support kami siap mengatasi keluhan Anda 24/7!
Tunggu apa lagi?
Amankan website Anda sekarang dengan sertifikat SSL dari GudangSSL!
HUBUNGI KAMI SEKARANG!
1 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·