QR code adalah singkatan dari quick response code.
QR code mungkin terlihat simpel, namun rupanya kotak mini hitam-putih ini bisa menyimpan beragam macam informasi.
Penggunaannya pun sangat praktis, Anda hanya perlu mengarahkan smartphone alias mesin scanner lain ke depan QR code.
Dan dalam hitungan detik, info nan Anda perlukan berada dalam genggaman Anda.
Tidak hanya itu saja lho, GudPeople!
QR code juga dapat mempermudah proses transaksi dan pendataan.
Bagaimana bisa begitu?
Simak penjelasannya pada ulasan berikut ini!
Apa Itu QR Code?

QR code adalah teknologi matriks dua dimensi nan bisa menyimpan beragam jenis info di dalamnya.
Informasi nan dapat ditampung oleh sebuah QR code mencapai 7089 digit nomor dan 4296 karakter alphanumeric.
Alphanumeric merupakan huruf, angka, dan simbol-simbol spesial (seperti tanda baca dan simbol matematika).
Oleh lantaran itu, penjelasan barang, nomor telepon, hingga URL suatu website dapat ditampung di dalamnya.
QR code dapat menampung info dalam jumlah nan banyak karena dia menggunakan teknologi dua dimensi nan dapat mengkodekan info secara melintang dan membujur.
Berbeda dengan barcode nan menggunakan teknologi satu dimensi dan hanya dapat mengkodekan info dalam arah melintang.
Sehingga barcode hanya dapat menampung sangat sedikit informasi, ialah maksimal 20 karakter.
Sejarah QR Code
QR Code pertama kali diperkenalkan oleh DENSO WAVE kepada publik pada tahun 1994.
Pengembangan teknologi ini dipimpin oleh Masahiro Hara dan Atsushi Tano.
Pengembangan teknologi QR code bermulai dari perubahan sistem produksi di Denso Wave.
Pada tahun 1980an, barcode digunakan pada banyak industri, termasuk pada manufaktur, distribusi, dan ritel.
Nah memasuki tahun 1990, ada perubahan nan cukup besar dari manufaktur masal satu jenis produk ke sistem produksi nan lebih fleksibel.
Maka dari itu, dibutuhkan sistem kontrol produksi nan lebih perincian di letak pembuatan produk.
Berkaitan dengan perihal tersebut, maka dibutuhkan barcode nan dapat menyimpan lebih banyak informasi.
Pada tahun 1992, Masahiro Hara diminta oleh bagian manufaktur untuk mengembangkan pemindai barcode nan dapat bekerja dengan lebih cepat.
Masahiro Hara via Denso WaveSayangnya saat itu barcode hanya dapat menampung maksimal 20 karakter abjad saja.
Sehingga, para pekerja kudu memindai sekitar 1000 barcode setiap harinya untuk mendapatkan info nan dibutuhkan.
Bukannya mempercepat proses kerja, perihal ini justru sangat merepotkan dan tidak efisien.
Untuk menanggapi perihal nan terjadi di lapangan, Hara berinisiatif untuk mengembangkan sistem kode nan baru.
Pada waktu itu Hara berkata, “Kami bakal mengembangkan compact code nan dapat menyimpan lebih banyak informasi, termasuk karakter kanji dan kana sekaligus dapat dibaca dengan kecepatan nan tinggi.”
Dalam prosesnya, Masahiro Hara dan Atsushi Tano memerlukan waktu 1 tahun hingga akhirnya menemukan QR code nan stabil, bisa menyimpan sekitar 7000 karakter dan dapat dipindai 10 kali lebih sigap daripada jenis barcode lainnya.
Pada tahun 2002, QR code telah digunakan secara lausa di Jepang dan pada tahun 2004 mendapatkan standarisasi dari JIS (Japan Industrial Standard).
Walau begitu, ketenaran QR code sempat menurun pada tahun 2013 karena banyak masyarakat bumi nan tidak mengerti apa itu QR code dan gimana langkah menggunakannya.
Barulah pada tahun 2014 QR code mulai mendulang popularitasnya kembali, lantaran kepemilikan smartphone sudah semakin umum.

Bagian-Bagian dalam QR Code
Walaupun terlihat simple dan hanya terdiri dari titik-titik hitam-putih, QR code sebenarnya terdiri dari 7 bagian penyusun.
Dilansir dari qr-code-generator.com, berikut penjelasannya:
1. Position Detection Markers

Position Detection Markers selalu terletak di tiga titik perspektif kotak QR code.
Ia merupakan bagian nan sempat menjadi hambatan ketika Hara dan Tano mengembangkan QR Code.
Proses untuk menemukan rasio komparasi nan tepat antara bagian hitam dan putih agar dapat dideteksi dengan baik bukanlah perkara mudah.
Hara dan Tano kudu melalui banyak error-and-trial nan melelahkan hingga akhirnya mereka menemukan pattern dengan rasio komparasi nan tepat untuk bagian Position Detection Markers, ialah 1:1:3:1:1.
Rasio tersebut membikin QR code dapat dipindai dari beragam angle dengan mudah dan cepat.
Tanpa bagian ini, QR code dapat mengalami beragam macam kesalahan translator kode ketika dipindai.
2. Alignment Marking

Alignment Marking mempunyai ukuran kotak nan relatif lebih mini daripada Positioning Detection Markers.
Ia berfaedah untuk memudahkan scanner agar dapat memindai QR code walaupun dia tertera pada permukaan nan bergelombang.
Semakin banyak info nan tersimpan di dalam kode, semakin banyak pattern garis Alignment Marking dan semakin besar pula corak kotaknya.
3. Timing Pattern

Timing pattern memungkinkan scanner untuk mengetahui seberapa besar matriks info nan di muat pada QR code.
Bentuknya berupa barisan kotak-kotak mini nan membentuk perspektif 90°.
4. Version Information
Version information merupakan bagian nan memberikan info kepada scanner mengenai jenis QR code nan di pindai.
Hingga tulisan ini ditulis, tercatat ada sebanyak 40 jenis QR code nan tersedia.
5. Format Information

Pattern dalam bagian Format Information menunjukkan tingkat toleransi kesalahan dan info mask pattern pada QR code.
Informasi tersebut bakal memudahkan scanner untuk memindai info dalam QR code.
6. Data dan Error Correction Keys

Data dan Error Correction Keys merupakan inti dari QR code, tempat dari seluruh info disimpan.
Bagian ini juga mempunyai error correction block nan berfaedah untuk melindungi keutuhan info dalam QR code.
Sehingga ketika terjadi kerusakan maksimal 30% pada permukaan QR code, info apapun nan ada didalamnya tetap dapat dipindai.
7. Quiet Zone

Quiet Zone merupakan area kosong nan digunakan untuk memberi jarak antar QR code dengan komponen lain nan berada di sekitarnya.
Bagian ini diperlukan agar scanner tidak terpengaruh dengan objek lain nan tertera di sekitar QR code.
Manfaat QR Code
Dewasa ini, sudah banyak smartphone nan mempunyai built-in QR readers, jadi banyak pihak nan memanfaatkan teknologi QR code untuk memudahkan urusan mereka.
Berikut faedah dan kemudahan nan diperoleh dari penggunaan QR code:
1. Mempermudah Proses Pendataan
Salah satu contoh pendataan nan menjadi lebih mudah dengan hadirnya teknologi QR code adalah pengisian info saat check-in gedung di masa pandemi Covid-19 ini.
Melalui aplikasi Peduli Lindungi, Anda tinggal melakukan scanning terhadap barcode nan telah disediakan oleh pengurus gedung.
Bayangkan jika visitor suatu mall kudu mengisi kitab tamu dengan NIK dan nomor telepon pribadi secara manual di dalam kitab tamu.
Bayangkan sungguh panjangnya antrian nan bakal terbentuk, sungguh repotnya pula para visitor nan kudu mencontek NIK dari KTP dan petugas nan kudu melakukan verifikasi data.
2. Mempermudah Proses Transfer Informasi
QR code bakal mempermudah transfer info kepada publik alias pihak manapun nan membutuhkan.
Misalkan perincian info tentang sebuah lukisan nan dipajang di pameran. Profil pelukis, filosofi lukisan nan tidak pendek, dan penjelasan perincian lain tidak mungkin hanya dimuat dalam selembar kertas.
Dan pembagian booklet cetak, selain merepotkan untuk dibawa-bawa, bakal sangat bertentangan dengan aktivitas go green.
Informasi tersebut dapat ditransfer kepada visitor melalui sebuah QR code nan dapat dipindai oleh setiap visitor dengan bebas.
3. Mempermudah Transaksi Pembayaran
QR code dapat digunakan untuk mempermudah transaksi pembayaran, sehingga konsumen Anda tidak perlu membawa duit tunai, kartu ATM, kartu angsuran alias melakukan transfer.
Di Indonesia, nama QR code ini adalah QRIS (Quick Response Indonesian Standard).
Konsumen dapat melakukan transaksi non-tunai dengan sekali scan, apapun jenis bank dan e-wallet nan digunakan.
4. Mempercantik Desain
Desain nan terlalu penuh dengan tulisan jelas tidak lezat dipandang mata.
Oleh lantaran itu, Anda bisa menggunakan QR code untuk menampung segala corak penjelasan nan diperlukan tanpa merusak desain.
Misalkan pada kartu nama nan bentuknya memang kecil, bisa dicantumkan QR code agar info krusial tentang Anda bisa dipelajari oleh rekan upaya dalam sekali scan.
Contohnya nomor telepon, alamat kantor, CV terbaru, portfolio, dan lain sebagainya.
Penipuan dengan QR Code Palsu
Akhir-akhir ini banyak buletin penipuan menggunakan QR Code palsu, modusnya sebenarnya sepele.
Penipu menempelkan QR code tiruan di tempat umum seperti di masjid, cafe, toko dan lainnya nan mempunyai sistem pembayaran elektronik.
Saat ada orang nan mau scan, tujuan pembayaran bakal diarahkan ke rekening penipu, jika tidak teliti Anda bakal mengirimkan duit kepada penipu.
Penting untuk memandang alamat tujuan terlebih dulu sebelum melakukan transfer, tujuannya agar tidak salah transfer.
Tips Aman Menggunakan QR Code
Berikut beberapa tips untuk menggunakan QR code dengan aman:
1. Gunakan Aplikasi QR Code nan Terpercaya
Unduh aplikasi QR code dari sumber nan resmi, seperti Play Store alias App Store.
2. Periksa Tujuan QR Code
Sebelum memindai QR code, periksa tujuan nan dituju, pastikan website alias alamatnya benar.
Jika QR code mengarahkan Anda ke website, periksa URL-nya untuk memastikan keasliannya.
3. Periksa QR Code dengan Teliti
Periksa QR code dengan jeli sebelum scan, pastikan tidak ada tanda-tanda penipuan.
Jika QR code terlihat rusak, berbeda alias mencurigakan, jangan dilanjutkan.
4. Jaga Kerahasiaan Informasi Pribadi
Jangan memindai QR code nan meminta info pribadi, seperti nomor kartu kredit, kata sandi, dan info sensitif lainnya, selain memang betul aman.
5. Laporkan Jika Mencurigakan
Jika Anda menemukan QR code nan mencurigakan dan terlibat dalam aktivitas penipuan, laporkan kepada pihak berkuasa alias pemilik QR Code.
Dengan mengikuti langkah-langkah pencegahan ini, Anda dapat menggunakan QR code dengan lebih kondusif dan mengurangi akibat penipuan dan ancaman keamanan.
Apakah aplikasi scan QR code bakal secara otomatis mendeteksi QR code palsu?
Tidak bisa, Aplikasi pemindai QR code tidak dapat mendeteksi QR code palsu, lantaran penipu biasanya merubah alamat QR code.
Penting untuk tetap waspada dan melakukan verifikasi ulang secara manual agar memastikan semuanya benar.
QR code adalah teknologi nan sangat membantu manusia dalam proses transfer info dan transaksi.
Tanpa QR code, banyak perihal nan semestinya sederhana menjadi rumit; contohnya proses penyalinan link website secara manual.
Padahal dengan sekali pindai, pengguna internet bakal secara otomatis diarahkan ke laman website nan URL-nya tersimpan dalam QR code.
Sehingga, pengguna internet tidak perlu repot-repot mengetikkan alamat website di browser.
Kemudahan akses website ini tentu dapat meningkatkan loyalitas pengguna internet.
Nah, agar loyalitas serta kepercayaan pengguna internet semakin meningkat, jangan lupa untuk memasang sertifikat SSL.
Sertifikat SSL bakal membikin website menjadi lebih kondusif dari beragam serangan siber.
Dengan begitu pengguna internet merasa lebih kondusif dan nyaman saat melakukan pertukaran info di website Anda.
2 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·