Jordy Prayoga Follow He enjoys creating clear and helpful content. In his free time, he loves to hike.
January 31, 2024 2 min read
Sebagai pengguna internet terutama media sosial, GudPeople kudu waspada untuk tidak menyebarkan info pribadi kepada orang lain secara online.
Tindakan tersebut biasa dikenal dengan oversharing, ialah membagikan info nan semestinya tidak disebarkan, seperti identitas pribadi, keluarga, dan sebagainya.
Telah banyak orang jahat nan memanfaatkan info semacam ini untuk menyerang orang lain dengan teknik catfishing.
Lantas, sebenarnya apa itu catfishing, dan gimana langkah agar tidak menjadi korban catfishing? Simak info berikut ini, ya, GudPeople!
Apa Itu Catfishing?
Catfishing adalah tindakan pemalsuan identitas secara online dengan maksud memikat orang lain untuk tujuan jahat.
Jadi, pelaku mengumpulkan semua info dan info seseorang, termasuk foto untuk membikin akun baru atas nama orang tersebut.
Kemudian, pelaku nan menyamar bakal membujuk berkenalan orang lain dan berpura-pura meletakkan rasa suka, sehingga korban bersedia untuk melakukan apa saja nan diminta pelaku, termasuk pemerasan, pemerkosaan, hingga penculikan.
Kasus semacam ini cukup banyak ditemui di Indonesia, dengan modus menyamar sebagai abdi negara, alias sebagai orang berpengaruh di suatu lembaga alias perusahaan.
Maka dari itu, GudPeople perlu berhati-hati saat berkenalan dengan orang secara online melalui media sosial.
Mengapa Catfishing Bisa Terjadi?
Di antara banyaknya kasus catfishing nan terjadi, tidak sedikit orang nan penasaran kenapa pelaku melancarkan tindakan merugikan nan satu ini.
Dirangkum dari beragam sumber, ada beberapa argumen kenapa catfishing bisa terjadi:
1. Kurang Percaya Diri
Penyebab nan pertama seseorang melakukan catfishing adalah lantaran kurang percaya terhadap dirinya sendiri.
Mereka menganggap dirinya kurang menarik sehingga tidak seorang pun mau untuk berkawan alias apalagi menyukainya.
Karenanya, orang tersebut kudu menyamar sebagai orang lain untuk mendekati orang lain dan memanfaatkannya untuk kejahatan.
2. Ingin Balas Dendam
Karena dendam masa lampau belum sempat terbalaskan, maka seseorang bakal membalas dengan langkah apa pun agar orang nan menyakitinya ikut menderita, termasuk dengan melakukan catfishing.
Seperti diketahui, catfishing adalah tindakan nan dapat mencemarkan nama baik seseorang lantaran identitasnya digunakan untuk melakukan jahat kepada orang lain.
3. Hanya Iseng
Ada kemungkinan ketika pelaku catfishing melancarkan aksinya dikarenakan iseng. Sebetulnya, niat awalnya hanya mau mengetes apakah calon korban bisa dia ‘taklukkan’.
Karena rupanya orang tersebut masuk dalam perangkap jebakan, akhirnya pelaku terus melakukan catfishing kepada korban.
Ciri-Ciri Catfishing
Berikut adalah beberapa ciri-ciri catfishing nan dapat Anda waspadai:
- Foto profil nan mencurigakan: Foto profil nan digunakan oleh pelaku catfishing biasanya diambil dari internet alias milik orang lain. Jika Anda merasa foto profil seseorang tampak tidak nyata alias terlalu sempurna, sebaiknya waspada.
- Identitas nan tidak konsisten: Pelaku catfishing seringkali memberikan info nan tidak konsisten tentang dirinya. Misalnya, mereka mungkin menggunakan nama nan berbeda di beragam platform alias memberikan cerita nan berbeda tentang kehidupan mereka.
- Menolak berjumpa secara langsung: Jika seseorang nan Anda kenal secara online selalu menolak untuk berjumpa secara langsung alias sekadar menampakkan wajahnya saat video call, kemungkinan besar mereka adalah pelaku catfishing.
- Meminta duit alias barang: Pelaku catfishing seringkali meminta duit alias peralatan dari korbannya. Misalnya, mereka mungkin meminta duit untuk biaya transportasi alias untuk membelikan hadiah.
Bagaimana Cara Menghindari Catfishing?
Agar tidak menjadi sasaran lembek para pelaku catfishing, ada beberapa perihal nan perlu GudPeople lakukan, seperti:
- Riset terlebih dulu sebelum berjumpa seseorang secara online: Cari tahu info sebanyak mungkin tentang orang nan Anda kenal secara online. Misalnya dengan mencari nama mereka di media sosial alias di mesin pencari.
- Jangan terlalu sigap percaya: Jangan mudah percaya pada seseorang nan Anda kenal secara online. Sebaliknya, Luangkan waktu untuk mengenalnya sebelum Anda menjalin hubungan nan serius.
- Pertemuan secara langsung adalah kunci: Jika sudah merasa nyaman dengan orang nan Anda kenal secara online, pertimbangkan untuk berjumpa secara langsung. Ini bakal membantu Anda untuk memastikan bahwa orang tersebut betul-betul tulus dan bukan pelaku catfishing.
Secara keseluruhan, bisa disimpulkan bahwa catfishing adalah aktivitas nan sangat merugikan banyak pihak, baik nan identitasnya dicuri, alias bagi korban nan mengalami catfishing.
Maka dari itu, GudPeople mulai dari sekarang kudu selalu berhati-hati ketika membagikan info pribadi alias saat bakal berkenalan dengan orang asing secara online.
Sebab, Anda tidak bakal pernah tahu kapan identitas Anda dicuri, dan pelaku bakal menjebak Anda.
2 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·