11 Cara Aman Menggunakan Internet

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Hampir setiap hari kita terhubung ke internet untuk beragam keperluan, mulai dari bekerja hingga hiburan. 

Tapi, sudahkah GudPeople memastikan bahwa hubungan dan aktivitas Anda terlindungi dengan baik? 

Apa saja cara-cara mendasar nan perlu diketahui agar tetap kondusif saat online?

Cara Aman Menggunakan Internet

1. Jaga Kerahasiaan Username dan Password

“Hal dasar dalam kondusif berinternet adalah memastikan info seperti username dan password milikmu terjaga dengan baik. Jangan sampai mengekspos info pribadimu sendiri di internet,” kata Rashmy Chatterjee, VP Global Sales IBM, dalam aktivitas IBM Think ASEAN 2018, seperti dikutip dari Kumparan.

Hindari membagikan username dan password kepada siapapun melalui internet, lantaran percakapan tersebut rentan disadap oleh peretas. 

Selain itu, banyak orang condong menggunakan password nan sama untuk beragam akun. 

Jika satu password bocor, seluruh akun Anda berisiko diretas.

Selain itu, hati-hati saat menggunakan komputer publik, misalnya di warung internet alias perpustakaan. 

Selalu pastikan untuk menghapus riwayat penjelajahan (history) dan cache setelah selesai menggunakan akun Anda untuk menghilangkan jejak digital.

2. Jangan Asal Klik Tautan

“Generasi pengguna internet anak muda begitu mudahnya mengklik ‘Next, next, dan next’ di internet. Padahal, mereka tidak tahu apa nan mereka bagikan, kepada siapa, dan bagaimana,” jelas Paul Garvey, VP Cybersecurity IBM Asia Pacific.

Ya, kebiasaan ini sangat berbahaya. 

Tautan (link) alias tombol nan tampak tidak rawan bisa saja mengarahkan Anda ke situs web berbahaya, mengunduh malware pencuri data, apalagi ransomware nan mengenkripsi info Anda dan meminta tebusan. 

Sebelum mengklik tautan, tombol persetujuan, alias lampiran, bacalah dengan jeli dan pertimbangkan konsekuensinya, ya.

3. Waspadai Bahaya Wi-Fi Publik Gratis

Koneksi Wi-Fi cuma-cuma di tempat umum seperti kafe, bandara, alias taman memang menggoda. Namun, sering kali menjadi sasaran lembek bagi peretas.

Peretas bisa membikin jaringan Wi-Fi tiruan (fake hotspot) dengan nama nan mirip dengan jaringan asli. 

Misalnya, “Bandara_GratisWiFi” padahal nan original “Bandara_WiFi”. 

Jika terlanjur terhubung ke jaringan tiruan ini, peretas dapat memantau seluruh aktivitas online Anda, seperti mencegat info login, info perbankan, dan percakapan pribadi. 

Selalu verifikasi keaslian jaringan Wi-Fi publik sebelum terhubung, alias lebih baik gunakan hubungan info seluler pribadi untuk transaksi sensitif.

4. Hati-hati Jebakan Email Palsu (Phishing)

Phishing melalui email adalah salah satu metode penipuan siber tertua namun tetap sangat efektif. 

Peretas mengirimkan email nan dirancang sedemikian rupa agar tampak berasal dari lembaga tepercaya, seperti bank, jasa streaming, toko online, apalagi lembaga pemerintah.

Email ini biasanya berisi pesan mendesak, misalnya akun Anda bakal diblokir, Anda memenangkan hadiah, alias ada transaksi mencurigakan, dan meminta Anda mengklik tautan alias membuka lampiran.

Tautan tersebut kebanyakan mengarahkan ke situs web tiruan nan meniru laman login asli, bermaksud mencuri username dan password Anda. 

Alangkah baiknya periksa alamat email pengirim dengan teliti. 

Jangan pernah memasukkan info sensitif melalui tautan dari email nan mencurigakan.

5. Biasakan Cek dan Ricek (Verifikasi)

Sebelum mengunduh file, mengklik tautan, alias membagikan informasi, luangkan waktu sejenak untuk memeriksa keaslian dan keamanannya.

Kadang-kadang, saat mengunjungi situs web, muncul jendela pop-up nan menawarkan unduhan secara tiba-tiba. 

Ini kudu dicurigai, lantaran bisa jadi file tersebut mengandung malware. Verifikasi sumbernya sebelum mengunduh apapun.

6. Kontrol Ketat Izin Akses Browser (Lokasi, Mikrofon, Kamera)

Browser sering meminta izin untuk mengakses letak geografis, mikrofon, dan kamera perangkat Anda untuk fungsionalitas tertentu.

Memperbolehkan izin akses permanen ini merupakan akibat besar. 

Jika browser alias situs web nan Anda kunjungi terinfeksi malware, peretas dapat menyalahgunakan akses ini.

Sebaiknya, ikuti langkah kondusif ini:

  1. Masuk ke menu Pengaturan/Preferensi browser Anda, cari bagian Privasi dan Keamanan alias Pengaturan Situs
  2. Temukan opsi untuk Lokasi, Kamera, dan Mikrofon
  3. Ubah pengaturan dari “Izinkan” alias “Izinkan secara otomatis” menjadi “Tolak tanpa diminta” alias “Tanya sebelum mengakses”

Dengan begitu, browser bakal selalu meminta persetujuan Anda setiap kali situs web mencoba menggunakan fitur-fitur ini.

7. Hentikan Unduhan Otomatis

Beberapa situs web alias tautan dibuat untuk secara otomatis mengunduh file ke perangkat Anda saat diklik. 

Sebenarnya Ini sangat rawan lantaran file tersebut bisa jadi malware. 

Sebaiknya gunakan pengaturan ini:

  1. Di Pengaturan browser, cari bagian Unduhan (Downloads) alias temukan di bawah Pengaturan Situs > Izin Tambahan
  2. Aktifkan opsi “Tanya di mana menyimpan setiap file sebelum mengunduh” alias “Tanya saya apa nan kudu dilakukan dengan setiap unduhan”

Jadi, tidak ada lagi file nan tersimpan otomatis tanpa konfirmasi Anda.

8. Blokir Pop-up dan Pengalihan Halaman nan Mengganggu

Jendela pop-up nan muncul tiba-tiba dan pengalihan laman otomatis (redirects) sering digunakan oleh situs rawan untuk menampilkan iklan, menyebarkan malware, alias mengarahkan Anda ke laman phishing.

Nonaktifkan dengan cara:

  1. Dalam Pengaturan browser Anda, biasanya di bawah Privasi dan Keamanan alias Pengaturan Situs.
  2. Cari opsi Pop-up dan Pengalihan (Pop-ups and redirects)
  3. Pastikan opsi untuk memblokir pop-up dan pengalihan otomatis diaktifkan. 

9. Manfaatkan Mode Incognito

Mode penyamaran (Incognito di Chrome/Edge, Private Window di Firefox/Safari) tidak membikin Anda sepenuhnya anonim, tetapi mode ini sangat berfaedah untuk sesi penjelajahan sementara. 

Mode ini tidak menyimpan riwayat penjelajahan, cookie, info situs, alias info nan Anda masukkan ke blangko di perangkat Anda. 

Cara menggunakannya:

  1. Buka jendela penyamaran baru melalui menu browser. Biasanya File > New Incognito/Private Window
  2. Atau, gunakan pintasan keyboard Ctrl+Shift+N alias Cmd+Shift+N

10. Jaga Browser Selalu Update

Pengembang browser secara rutin merilis tambalan (patch) untuk menutup celah keamanan nan ditemukan, nan dapat dieksploitasi oleh peretas.

Browser biasanya diperbarui secara otomatis. 

Namun, pastikan Anda secara berkala menutup dan membuka kembali browser Anda agar update dapat diterapkan. 

Anda juga bisa memeriksa pembaruan secara manual melalui menu Bantuan (Help) alias Tentang (About) di browser.

11. Hindari Website nan Tidak Menggunakan SSL

Jika Anda menemui website nan memunculkan peringatan “Not Secure”, artinya website tersebut belum dilindungi oleh sertifikat SSL dan berpotensi tidak aman.

Sebaiknya hindari memasukkan info pribadi alias melakukan transaksi sensitif pada website seperti itu.

Aman Nyaman Menggunakan Internet!

Dengan menerapkan sepuluh langkah sederhana di atas, GudPeople bisa meningkatkan keamanan diri saat online dan terhindar dari beragam ancaman siber.

Yuk, mari jadikan kebiasaan kondusif berinternet ini bagian tak terpisahkan dari aktivitas online kita sehari-hari!

Selamat berinternet dengan aman!

Selengkapnya
Sumber Tips Trik Gudangssl
Tips Trik Gudangssl