10 Cara Efektif Mencegah Kebocoran Data Perusahaan

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Kebocoran info bisa menyebabkan kekacauan operasional, hilangnya info penting, serta rusaknya gambaran perusahaan nan dibangun bertahun-tahun. 

Sebelum terlambat, mari ketahui langkah mencegah kebocoran info perusahaan di tulisan ini, yuk, GudPeople!

Dampak Kebocoran Data bagi Bisnis

1. Kerugian Finansial

Kebocoran info menyebabkan kerugian finansial dari beragam sumber, seperti denda, tukar rugi, biaya pemulihan sistem keamanan, dan kehilangan pendapatan akibat gangguan operasional bisnis.

2. Kerusakan Reputasi 

Pelanggan dan pengguna bakal kehilangan kepercayaan pada perusahaan dan meragukan keamanan info mereka. 

Apalagi menurut survei dari Ponemon Institute dan IBM, sebanyak 83% konsumen bakal berakhir membeli dari perusahaan setelah pelanggaran data.

Akibatnya, tidak hanya kehilangan pelanggan, perusahaan juga bakal rugi lantaran penurunan nilai merek dan kesulitan mendapatkan mitra bisnis..

3. Gangguan Operasional 

Kebocoran info dapat mengganggu operasional perusahaan berupa:

  • Gangguan sistem informasi: Sistem TI perusahaan lumpuh alias terganggu, sehingga menghalang aktivitas upaya sehari-hari.
  • Gangguan jasa pelanggan: Kemampuan perusahaan untuk melayani pengguna terganggu akibat sistem tidak berfaedah alias info tidak tersedia.
  • Gangguan rantai pasokan: Jika sistem nan terhubung dengan rantai pasokan terpengaruh, operasional upaya secara keseluruhan bakal terganggu.

4. Risiko Terkena Sanksi Akibat Melanggar Hukum 

Perusahaan nan mengalami kebocoran info berisiko menghadapi beragam akibat hukum. 

Mereka bisa dituntut oleh orang-orang nan terkena dampak, diperiksa oleh otoritas, dan dikenai hukuman lantaran kandas mematuhi peraturan perlindungan data.

Penyebab Kebocoran Data Perusahaan

Data nan umumnya menjadi sasaran kebocoran antara lain:

  • Personally Identifiable Information (PII): Informasi nan bisa digunakan untuk mengidentifikasi seseorang, seperti nama, alamat, nomor telepon, dan alamat email.  
  • Data finansial: Informasi seperti nomor kartu kredit, rekening bank, dan catatan keuangan.  
  • Kekayaan intelektual: Informasi rahasia seperti rahasia dagang, paten, dan kewenangan cipta.

Penyebabnya beragam, seperti:

1. Phishing

Melalui email, pesan teks, alias telepon, pelaku phishing berpura-pura menjadi sumber terpercaya untuk menipu korban agar membocorkan info sensitif seperti info login alias kartu kredit. 

Karyawan nan kurang berhati-hati sering menjadi korban phising.

2. Malware

Berbagai jenis malware, termasuk virus, worm, trojan, ransomware, spyware, dan adware, dapat membahayakan sistem perusahaan.

Infeksi sering terjadi melalui email berbahaya, unduhan melalui website nan tidak aman, alias flashdisk nan sudah kena virus.

Hacker menggunakan rekayasa sosial untuk memanipulasi korban agar membocorkan info alias memberikan akses ke sistem.

Taktiknya bisa berupa penyamaran—seperti menjadi staf TI, menciptakan urgensi palsu, alias menawarkan iming-iming hadiah.

4. Serangan Man-in-the-Middle (MitM)

Serangan man-in-the-middle terjadi ketika penyerang memposisikan diri di antara dua pihak nan berkomunikasi–contohnya, tenaga kerja dan server perusahaan– untuk mencuri informasi.

5. Karyawan nan Lalai

Kebocoran info sering kali disebabkan oleh kesalahan manusia. 

Contoh umumnya adalah mengklik tautan phishing, membuka lampiran berbahaya, menggunakan kata sandi nan mudah ditebak, meninggalkan perangkat tanpa pengawasan, alias berbagi info rahasia dengan pihak tidak berwenang.

6. Pihak Ketiga (Third-Party Vendors)

Kebocoran info pihak ketiga, seperti penyedia cloud, vendor perangkat lunak, alias kontraktor, dapat membahayakan info perusahaan.

Jika pihak ketiga tersebut mengalami pelanggaran keamanan, info perusahaan juga bisa terancam, karena kendali perusahaan terhadap keamanan mereka terbatas.

Sering kali perusahaan tidak mempunyai perjanjian jelas dengan pihak ketiga mengenai tanggung jawab keamanan data.

7. Kehilangan alias Pencurian Perangkat

Laptop, ponsel, alias perangkat penyimpanan (seperti USB drive) nan lenyap alias dicuri menyebabkan kebocoran info jika perangkat tersebut tidak dilindungi dengan kata sandi nan kuat alias enkripsi.

Cara Mencegah Kebocoran Data Perusahaan

1. Mengedukasi Karyawan tentang Keamanan Data

Karyawan sering kali menjadi titik lemah dalam keamanan data. 

Sebab itu, sebaiknya perusahaan melakukan training rutin tentang ancaman siber seperti phishing, malware, dan ransomware

Pelatihan ini bisa mencakup simulasi serangan untuk menguji pemahaman karyawan.

2. Menerapkan Kata Sandi nan Kuat

Perusahaan kudu menerapkan kebijakan kata sandi nan mewajibkan tenaga kerja menggunakan kata sandi nan kuat, yakni:

  • Panjang minimal 12 karakter; 
  • Kombinasi huruf besar dan kecil, angka, serta simbol;
  • Unik dan berbeda untuk setiap akun;
  • Tidak mudah ditebak, bukan nama, tanggal lahir, alias kata-kata umum.

Selain itu, kata sandi juga wajib diganti secara berkala.

3. Enkripsi Data

Enkripsi info adalah proses pengacakan info menjadi format nan tidak bisa dibaca tanpa kunci dekripsi nan sesuai. 

Proses enkripsi sangat krusial untuk melindungi info baik saat disimpan (data at rest) maupun saat dikirim melalui jaringan (data in transit)

Salah satu langkah untuk mengamankan info in transit, khususnya di website, adalah dengan menggunakan sertifikat SSL (Secure Sockets Layer). 

Sertifikat SSL membikin hubungan terenkripsi antara browser pengguna dan server web, memastikan info nan dipertukarkan, seperti info login alias info kartu kredit, terlindungi dari penyadapan.

Namun, hati-hati saat memilih penyedia SSL, ya. Pastikan hanya membeli dari Certificate Authority (CA) alias penyedia lain nan terpercaya, seperti GudangSSL!

GudangSSL menyediakan beragam pilihan produk SSL dari CA ternama dengan nilai 30% lebih hemat! 

Tak perlu cemas ada kendala, kami siap memberikan agunan 15 hari setelah SSL aktif dan tim support 24/7 untuk membantu pemasangan SSL.

4. Mengatur Akses Data dengan Tepat

Jangan biarkan semua tenaga kerja bisa memandang semua info krusial perusahaan. 

Beri akses ke info sensitif hanya untuk tenaga kerja nan betul-betul butuh info tersebut untuk pekerjaan mereka. 

Gunakan sistem di komputer nan memastikan hanya orang nan boleh dan bisa membuka info tersebut.

5. Audit dan Pengujian Keamanan Berkala

Laksanakan audit keamanan secara berkala untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi potensi kerentanan dalam sistem keamanan perusahaan. 

Jika perlu, tambahkan pengetesan penetrasi sebagai metode proaktif untuk menemukan celah keamanan nan dapat dieksploitasi.

6. Pembaruan dan Pemeliharaan Sistem

Perusahaan wajib menerapkan proses pembaruan sistem dan software nan disiplin dan berkelanjutan. 

Pastikan semua sistem operasi, aplikasi, firmware, dan komponen perangkat lunak lainnya selalu diperbarui dengan patch keamanan terbaru nan dirilis oleh vendor. 

Patch keamanan terbaru dirancang untuk memperbaiki kerentanan nan bisa dieksploitasi oleh penyerang.

7. Antisipasi Perlindungan Jaringan 

Gunakan firewall untuk memblokir lampau lintas nan tidak diinginkan, serta IDS/IPS untuk memantau dan merespons aktivitas mencurigakan.

Selain itu, perlu juga menerapkan segmentasi jaringan untuk memisahkan jaringan menjadi zona-zona nan lebih mini dan terkontrol, serta membatasi akibat jika terjadi pelanggaran.

8. Backup Data Rutin

Lakukan pencadangan info secara teratur, idealnya mengikuti patokan 3-2-1: simpan minimal tiga salinan data, pada dua jenis media nan berbeda, dengan satu salinan disimpan di letak off-site

Hal ini memastikan info bisa dipulihkan dengan sigap dan andal jika terjadi kejadian keamanan, kebocoran data, kegagalan sistem, musibah alam, alias kesalahan manusia.

9. Hindari Menggunakan WiFi Publik saat Mengakses Data Perusahaan

Hindari mengakses info perusahaan nan sensitif saat terhubung ke jaringan WiFi publik.

Jaringan WiFi publik, seperti nan tersedia di kafe, bandara, alias hotel, sering kali tidak mempunyai enkripsi kuat alias apalagi tidak terenkripsi sama sekali. 

Akibatnya, info nan dikirim melalui jaringan tersebut rentan terhadap penyadapan (sniffing) oleh pihak ketiga nan tidak berwenang.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tidak mengakses alias mengirimkan info perusahaan nan sensitif, seperti password, info keuangan, alias info pelanggan, saat terhubung ke jaringan WiFi publik.

10. Membuat Rencana Tanggap Insiden

Sebaiknya siapkan rencana tanggap kejadian untuk mengatasi kebocoran info jika terjadi.

Rencana ini kudu mencakup langkah-langkah untuk mengidentifikasi, mengisolasi, dan memulihkan info nan bocor, serta menunjukkan pihak nan berkuasa dan pengguna jika perlu.

Tingkatkan Keamanan Website dengan SSL nan Aman & Berkualitas!

GudangSSL adalah penyedia sertifikat SSL terbaik dan terpercaya nan menyediakan sertifikat SSL dari beragam brand ternama, di antaranya Sectigo, Globalsign, Entrust, Sectigo, dan Symantec.

Harga SSL di GudangSSL juga lebih irit 30% daripada CA, lho! Mulai dari Rp180.000/tahun untuk Sectigo PositiveSSL!

Semua produk SSL di GudangSSL bisa bekerja di lebih dari 99% browser! Bila ada masalah, kami memberikan GARANSI 15 HARI setelah SSL diaktifkan!

Anda juga tidak perlu cemas lantaran tim support kami siap mengatasi keluhan Anda 24/7!

Tunggu apa lagi? 

Amankan website Anda sekarang dengan sertifikat SSL dari GudangSSL!

HUBUNGI KAMI SEKARANG!

Selengkapnya
Sumber Tips Trik Gudangssl
Tips Trik Gudangssl